Sunday, July 10, 2011

 

Kisah benar"Mulianya hati seorang yang bergelar IBU"

Assalamulaikum sahabat dan kawan-kawan semua apa kabar....

kali ini aku nak kisahkan sebuah cerita yang aku perolehi, Kisah ini berlaku bukan di negara kita, kisah ini berlaku di sebuah daerah di negeri Cina. Aku tertarik dengan cerita ini walaupun ianya dari budaya dan agama yang berbeza dengan keadaan kita di sini.

Kisah ini adalah sebuah kisah  benar, sebuah keluarga yang sangat miskin, yang mempunyai seorang anak laki-laki . Ayahnya  sudah meninggal dunia, hanya tinggal ibunya yang sudah tua dan anak lelakinya sahaja tempat menumpah kasih sayang.

Seperti biasa pengorbanan Ibu bersusah payah membesarkan seorang anaknya, pada masa itu kampung tersebut belum memiliki elektrik. Pada waktu malam semasa membaca buku, anak lelaki tersebut hanya diterangi sinar lampu minyak tanah, sedangkan ibunya dengan penuh kasih sayang menunggu anaknya sambil menjahitkan baju untuk si anak.

Semasa waktu  musim luruh, adalah waktu bagi anaknya untuk memasuki sekolah menengah atas. Tetapi pada masa itulah ibunya menderita penyakit radang sendi-sendi atau Rheumatoid Arthritis ( RA ) yang parah sehingga tidak boleh lagi bekerja di sawah. 

Di sekolah tempat anaknya belajar, setiap bulan waris murid-murid diwajibkan membawa 30 kg beras untuk di bawa ke kantin sekolah. Anak ini mengerti bahawa ibunya tidak mungkin boleh memberikan tiga puluh kg beras tersebut.

Berkatalah anak lelaki ini kepada ibunya: " Bu, saya mahu berhenti sekolah sahaja dan membantu ibu bekerja di sawah". 

Ibunya mengusap kepala anaknya dan berkata : "Niat kamu sungguh mulia nak, kamu memiliki niat seperti itu saja ibu sudah senang, tetapi kamu harus pergi  bersekolah. Jangan khuatirkan ibu ya nak. Cepatlah pergi ke sekolah nanti berasnya biar ibu yang akan menghantarkannya kesana".

Namun, anaknya tetap berkeras tidak mahu  ke sekolah, ibunya mula marah dan menampar  muka anaknya. Dan ini adalah pertama kalinya anak ini dipukul oleh ibunya. 

Dengan berat hati, akhirnya anaknya pergi juga kesekolah. Ibunya terus berfikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh dengan linangan air mata membasahi pipinya .

Tidak berapa lama kemudian, dengan lemah  longlai dan nafas tercungap-cungap ibunya datang ke kantin sekolah dan menurunkan sekampit beras dari bahunya, pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kampit beras  lalu mengambil segenggam beras tersebut dan menimbangnya. Tiba tiba dia berkata : 
" Hai waris murid, kami tidak menerima beras yang isinya campuran beras dan antah. Jangan menganggap kantin saya ini tempat mengumpul beras campuran". Begitu malunya ibu ini, hingga tak henti hentinya berkali-kali meminta maaf kepada ketua pengawas tadi.

Awal bulan berikutnya ibu ini memikul sekampit beras dan masuk kedalam kantin. seperti biasanya beras tersebut diteliti oleh pengawas. Dengan dahi yang mengerut, ketua pengawas berkata: "Masih dengan beras yang sama". Selepas ini kalau begini lagi, maka saya tidak boleh menerimanya".

Ibu ini sedikit takut dan berkata : "Tuan pengawas, beras di rumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana? 

Pengawas itu pun tidak mahu tahu dan berkata : "Berapa luas sawah yang ibu kerjakan, sehingga berasnya boleh bercampur seperti ini". Mendengar sindiran pertanyaan seperti itu ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.

Awal bulan ketiga, ibu ini datang kembali ke sekolah. Ketua pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: "Kamu sebagai waris murid kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !"

Dengan berlinang air mata ibu ini pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya tuan, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis".

Mendengar kata ibu ini, pengawas itu terkejut dan tidak boleh berkata apa-apa lagi. Dilihatnya ibu tua tadi duduk di atas lantai, menggulung seluarnya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.

Ibu tersebut mengesat air mata dan berkata: "Saya menderita sakit radang sendi-sendi , malah untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercucuk tanam. Anakku sangat mengerti keadaanku sehingga mahu berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya terus bersekolah."

Selama ini saya tidak pernah memberi tahu sanak saudara yang ada di kampung . Lebih-lebih untuk memberitahu pada anakku, aku takut menjatuhkan harga dirinya.

Setiap hari pagi-pagi buta dengan kampit kosong dan bantuan tongkat, aku pergi ke pasar, tempat orang menjual beras, hanya untuk mengemis beras beras yang tercecer di pelantar. Dengan susah payah aku pergi  dari satu kedai ke satu kedai demi  hanya untuk mencari beras tercicir. 
Sehingga hari sudah gelap, aku pun perlahan-lahan kembali ke kampung sendiri. Sehingga pada awal bulan semua beras yang terkumpul memenuhi syarat untuk diserahkan kesekolah.

Pada masa ibu tua itu bercerita, secara tidak sedar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: "Bu sekarang saya akan melapor kepada pihak sekolah, supaya boleh diberikan sumbangan untuk keluarga ibu."

Ibu tadi buru- buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menjatuhkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu pelajarannya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati tuan pengawas, tetapi tolong ibu agar boleh menjaga rahsia ini."

Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh pihak sekolah. Secara diam- diam Pengetua sekolah tidak meminta biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah tiga tahun kemudian, anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi Qing hua dengan nilai 627 point.

Di hari anugerah sekolah, Pengetua sekolah sengaja mengundang ibu anak ini duduk di tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya beliau yang diundang.

Yang lebih aneh lagi di sana masih terdapat tiga kampit beras. Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju ke depan dan menceritakan sebuah kisah tentang seorang ibu yang mengemis beras demi sekolah anaknya. 

Pengetua sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh terharu dan berkata kepada para hadirin seraya menunjuk pada ibu tadi : "Inilah sang ibu dalam cerita tadi."

Dan mempersilakan ibu yang luar biasa tersebut untuk naik ke atas pentas. Anak ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat ke arah gurunya yang sedang menuntun ibunya berjalan ke atas pentas.

Ibu dan nak ini pun saling bertatapan. Pandangan ibu yang tajam dan lembut kepada anaknya membuatkan anak tidak dapat untuk menahan tangisnya, dipeluknya susuk tua dihadapannya itu dan merangkul erat ibunya sambil terisak sambil berkata: "Begitu mulianya engkau Ibu, sungguh aku tak boleh untuk membalasnya

Saturday, July 9, 2011


Kisah iblis terpaksa bertemu Rasulullah

Assalamulaikum sahabat dan kawan-kawan semua, kali ini aku nak kisahkan tentang Iblis agar kita jangan sentiasa tertipu dengan tipu daya Iblis

Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba - tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah:
"Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan menginginkanku. " 
Rasulullah bersabda : "Tahukah kalian siapa yang memanggil?" 
Kami menjawab : "Allah dan rasulNya yang lebih tahu."

Beliau melanjutkan, "Itu iblis, laknat Allah bersamanya."

Umar bin Khattab berkata: "Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah" 
Nabi menahannya :" Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, fahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik."

Ibnu Abbas RA berkata: Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang tua  yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi..

Iblis berkata: "Salam untukmu Muhammad.... Salam untukmu para hadirin..."

Rasulullah SAW lalu menjawab : "Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu? "

Iblis menjawab : "Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemahuanku, namun kerana terpaksa."

"Siapa yang memaksamu? "

"Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata:

"Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin."

"Oleh kerana itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh."

Orang Yang Dibenci Iblis 

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?"

Iblis segera menjawab: " Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci."

"Siapa selanjutnya? "

"Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT." 

"Lalu siapa lagi?"

"Orang Aliim dan wara' (Loyal)"

" Lalu siapa lagi?"

"Orang yang selalu bersuci."

"Siapa lagi?"

"Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain." 
"Apa tanda kesabarannya? "

" Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang - orang yang sabar."

"Selanjutnya apa?"

"Orang kaya yang bersyukur."

"Apa tanda kesyukurannya ?"

"Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya ."

"Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?"

"Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam."

"Umar bin Khattab?"

"Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur. "

"Usman bin Affan?"

"Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya ."

"Ali bin Abi Thalib?"

" Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mahu melakukan itu." (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis 

"Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?"

"Aku merasa panas dingin dan gemetar. "

"Kenapa?"

"Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 darjat."

"Jika seorang umatku berpuasa?"

"Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka ."

"Jika ia berhaji?"

"Aku seperti orang gila. "

"Jika ia membaca al-Quran?"

"Aku merasa meleleh laksana timah diatas api."

"Jika ia bersedekah?"

"Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji."

"Mengapa bisa begitu? "

"Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya... Iaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya."

"Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?"

"Suara kuda perang di jalan Allah."

"Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?"

"Taubat orang yang bertaubat."

"Apa yang dapat membakar hatimu?"

"Istighfar di waktu siang dan malam."

"Apa yang dapat mencoreng wajahmu?"

"Sedekah yang diam - diam. "

"Apa yang dapat menusuk matamu?"

"Shalat fajar."

"Apa yang dapat memukul kepalamu? "

"Shalat berjamaah."

"Apa yang paling mengganggumu? "

"Majlis para ulama."

"Bagaimana cara makanmu?"

"Dengan tangan kiri dan jariku."

"Dimanakah kau menaungi anak - anakmu di musim panas?"

"Di bawah kuku manusia."

Manusia Yang Menjadi Teman Iblis 

Nabi lalu bertanya : "Siapa temanmu wahai Iblis?"

"Pemakan riba."

"Siapa sahabatmu?"

"Pezina."

"Siapa teman tidurmu?"

"Pemabuk.."

"Siapa tamumu? "

"Pencuri."

"Siapa utusanmu?"

"Tukang sihir."

"Apa yang membuatmu gembira?"

"Bersumpah dengan cerai."

"Siapa kekasihmu? "

"Orang yang meninggalkan shalat jumaat"

"Siapa manusia yang paling membahagiakanmu? "

"Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja."

Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas 

Rasulullah SAW lalu bersabda : "Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu. "

Iblis segera menimpali :" Tidak , tidak.. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir.. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku.

Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas." 

"Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?"

"Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahawa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku."

Iblis Dibantu oleh 70000 anak - anaknya 

Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70000 anak.. Dan setiap anak memiliki 70000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak - anak muda, sebagian untuk menganggu orang - orang tua, sebagian untuk menggangu wanita - wanita tua, sebahagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaitan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

Syaithan juga berkata, "Keluarkan tanganmu", lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaitan pun menghiasi kukunya.

Mereka, anak - anakku selalu meyusup dan berubah ari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? Bahawa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

Cara Iblis Menggoda 

Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan isterinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata - kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak - anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu',

Diapun menoleh. Pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'shalatmu tidak sah'.

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Dia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

Jika dia berhasil mengalahkanku dan dia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga dia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keldai.

Jika dia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga dia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. 
Dan diapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. Aku katakan padaknya, 'kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.'

Dia pun mati dalam kekafiran. Jika dia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?

10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT 

"Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?" 
"10 macam"

"Apa saja?"

Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. 

Allah berfirman, "Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan." (QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.

Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah berfirman, "Orang - orang boros adalah saudara - saudara syaithan. " (QS Al-Isra : 27)

Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.

Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, "Silakan", aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : "Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda."

Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun.

Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.

Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat : "Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT " (QS Hud :118 - 119)

Juga membaca, " Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata : " Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin pendudk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk-mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong." 





..............rajin-rajinlah kita beramal.................






















Saturday, June 25, 2011

Kisah anak derhaka pada Ibunya

Assalamulaikum, sahabat dan kawan apa kabar, semuga anda sihat dan sentiasa dirahmati Allah.swt.
Kali ini sahabat aku hendak kongsikan sebuah cerita yang telah berlaku, tapi kisah ini hanya penduduk tempat peristiwa itu sahaja yang tahu dan ianya tak pernah keluar pun di mana-mana penerbitan....aku tak tahu mengapa....mungkin ada sebabnya.

Kisah ini Aku ambil dari cerita seorang kawan. Bacalah dan ambillah peringatan daripada kisah ini.

Kawan yang bercerita itu sebenarnya telah menemu ramah seorang wanita tua yang ingin berkongsi pengalaman beliau tentang sebuah kisah menyayat hati yang disaksikan suatu ketika dahulu.

Tiada apa yang boleh memadamkan ingatan saya tentang cerita ini. Aneh dan menginsafkan jika direnung kembali tentang seksaan Allah terhadap seorang anak yang derhaka kepada ibunya sendiri," cerita Nek Mariam.

Begini ceritanya: Jamilah 20an, (bukan nama sebenar) adalah seorang isteri yang malang. Beliau telah ditinggalkan suami sebaik sahaja melahirkan anak sulung mereka. Jamilah terpaksa akur dengan nasib yang menimpanya itu.

Mujurlah beliau masih mempunyai ibu bapa yang mengambil berat akan dirinya. Itulah yang dikata kasih sejati seorang ibu. Tiada tolok bandingannya walhal semenjak kita dalam kandungan lagi kasih sayang sudah dicurahkan sepenuh jiwa dan raga.

Setelah Jamilah bergelar janda, Jamilah kembali ke rumah ibunya. Walaupun Jamilah tidak mendapat kasih sayang seorang suami namun beliau bertuah kerana masih mendapat kasih sayang dari ibu sejati.
Jamilah dan anak kecilnya dijaga dan diberikan kasih sayang dengan sempurna. Soal makan dan minum Jamilah dan anaknya tidak menjadi masalah kerana Jamilah masih mempunyai bapa yang masih kuat mengerjakan ladang dan sawah.

Bapa Jamilah keluar bekerja awal pagi dan pulang lewat petang. Manakala ibunya tidak banyak aktiviti di rumah hanya memberi makan haiwan ternakan sahaja. Adik-beradiknya semua sudah berkahwin dan membawa haluan masing-masing.

Jamilah merupakan anak bongsu dalam keluarga, mengenangkan nasib malang Jamilah, sudah tentu perasaan sayu dan kasihan dari ibunya membuak-buak bila melihat anak dan cucu kecilnya tidak terbela.

Usia Jamilah masih remaja walaupun bergelar janda. Zaman remajanya masih lagi belum puas dikecapi tambahan pula fikirannya masih belum matang dalam erti hidup. Jamilah terasa dirinya begitu bebas dan terlepas dari belenggu ketika hidup bersuami dahulu.

Jamilah tidak merasa sebarang kekurangan pada dirinya malah bertambah yakin kerana beliau masih muda dan masih kelihatan cantik. Segala urusan anak kecilnya diserahkan kepada ibu dengan alasan tidak biasa dengan karenah anak kecil.

Sebenarnya Jamilah malas untuk menguruskan anak kecil yang merimaskan. Pada mulanya, ibu Jamilah tidak perasan, maklum sahaja cucu sendiri, tentu tidak terasa bebannya.

Hari berganti hari hidup Jamilah bertambah selesa. Beliau hidup di bawah jagaan yang sempurna. Semua soal makan minum, mengasuh anak kecil dan kerja rumah tangga semuanya diambil alih oleh ibu dan bapanya. Jamilah hanya menolong ala kadar sahaja agar tabiat malasnya tidak nampak ketara.

Perangai Jamilah semakin menjadi-jadi. Melaram dengan pakaian-pakaian fesyen terkini serta bersolek agar sentiasa cantik. Suatu hari, Jamilah telah menyampaikan hasratnya ingin ke pekan untuk mendandan rambut dengan fesyen terkini.

Namun ibunya melarang kerana menurut orang ramai, kandungan bahan mendandan rambut ketika itu diperbuat dari bahan haram yakni lemak babi.

"Ala, bukan nak makan babi tu, hanya sapu atas kepala agar rambut lebih hitam dan berkilat...." Jamilah memberi alasan agar permintaannya ditunaikan.

Namun begitu ibunya tetap melarang. Maka berlakulah satu pertengkaran antara Jamilah dan ibunya sehingga beliau tergamak mengeluarkan perkataan kesat sambil menyumpah-nyumpah ibunya.

"Binatang babi! Binatang anjing!" kata Jamilah semakin berani setelah melihat ibunya mendiamkan diri sambil menitiskan airmata.

Jamilah masih berdegil, nafsunya untuk kelihatan cantik dan bergaya semakin meluap-luap hingga tidak kira lagi soal halal dan haram. Matlamatnya supaya ramai lelaki melihat dirinya cantik macam primadona. Sekaligus saham dirinya akan naik mengatasi anak-anak dara sunti di kampung itu.

Petang itu, bila Jamilah baru pulang dari pekan mendandan rambut, tiba-tiba beliau terdengar suara anak kecilnya menangis kuat teresak-esak. Hati Jamilah naik radang kerana beliau sangka ibunya sengaja membiarkan anaknya begitu kerana ingin membalas dendam.

Dengan bengis, Jamilah terus naik ke rumah dan jadi seperti orang yang dirasuk syaitan, terus meluru ke bilik anaknya yang menangis itu. Anaknya diambil dan diletakkan di satu sudut di dapur dan terus menuju ke bilik ibunya untuk bertindak sesuatu.

Mulutnya tidak henti-henti mengomel sambil menyumpah-nyumpah. Sebaik sahaja beliau masuk, kelihatan ibunya sedang mengerjakan solat. Kerana terlalu marah, dikala ibunya sedang sujud, beliau bertindak menendang ibunya sambil berkata

"Oi babi, anjing, beruk! Tak boleh harap....menyusahkan orang, celaka!"

Ibunya yang jatuh tersungkur di hadapan sejadah bangun mengaduh dan terpinga-pinga. Beliau tidak tahu apa sebabnya Jamila tiba-tiba naik angin.

Setelah beberapa lama berlinanganlah airmata ibunya apabila menyedari perkara sebenar. Sebenarnya bukan niat ibunya membiarkan cucunya itu menangis keseorangan, ketika itu beliau sedang bersembahyang, maka terpaksalah membiarkan budak itu sebentar.

Sudah seberapa daya beliau menyegerakan solatnya setelah sedar cucunya menangis kuat, namun belum sempat selesai solat, Jamilah terlebih dahulu datang menyepak punggungnya.

Hati ibu mana yang tak hancur remuk mengenangkan anaknya yang sampai hati dan tergamak melakukan sebegitu terhadapnya berbanding kasih sayang yang telah dicurahkan secukupnya demi anak tercinta.

Ibu mana yang tidak sayangkan anak....dalam keadaannya yang sakit seluruh sendi akibat tersungkur atas tikar sembahyang tadi, beliau telah berdoa pada Allah agar dapat diampun dosa anaknya itu.

Dengan takdir Allah, tiba-tiba Jamilah berteriak dari arah dapur. Macam sesuatu yang telah berlaku pada Jamilah mahupun cucunya. Dengan lemah longlai, tergesa-gesa beliau pergi mendapatkan Jamilah.

Jeritannya sungguh kuat hingga jiran berdekatan dapat mendengarnya. Tambah terkejut apabila kami semua menyaksikan seutas rantai besi tiba-tiba sahaja keluar memecah lantai dapur dan melilit dan merantai kaki Jamilah dengan kuat. Jamilah menjerit kesakitan dan anak yang dikendong terlepas dalam dakapannya.

Ibu Jamilah separuh pengsan melihat keadaan Jamilah sebegitu. Jelas Nek Mariam yang merupakan salah seorang yang menyaksikan keajaiban Allah Yang Maha Esa itu.

Maka berduyun-duyunlah orang kampung datang untuk membantu melepaskan cengkaman rantai besi yang melilit kemas di kedua-dua kaki Jamilah.

Bertungkus-lumus orang cuba memotong besi itu namun tidak berjaya. Jamilah meraung sekuat-kuat hati kerana terlalu sakit. Akibatnya darah tidak berhenti mengalir membasahi lantai dapur.

Setelah beberapa jam berlalu, rantai besi yang mempunyai kekuatan luar biasa itu masih juga tidak boleh dileraikan dari kaki Jamilah. Akibat pendarahan yang banyak, Jamilah meninggal di situ juga dengan riak muka yang amat menakutkan.

Ibu Jamilah terpaku tidak mampu melakukan apa-apa. Beliau sedar itulah balasan Allah terhadap anaknya, cuma beliau tidak menyangkakan secepat itu.

"Anehnya, sebaik sahaja Jamilah meninggal, rantai itu terurai dengan sendiri lalu masuk kembali ke dalam tanah. Kami semua begitu terpegun dan berasa insaf dengan apa terjadi. Itulah balasan Allah terhadap seorang anak yang derhaka," sambung Nek Mariam sambil menitiskan airmata.

Jenazah Jamilah diuruskan seperti biasa dan dikebumikan. Upacara membaca ayat suci Al Quran di atas kubur selama 7 hari memang sering dilakukan oleh masyarakat di Pantai Timur dan menjadi satu upacara kebiasaan kepada sesiapa yang baru dikebumikan. Semasa orang-orang kampung bergilir-gilir membaca Al Quran, maka satu lagi petunjuk dari Allah terjadi.

Pada waktu hampir subuh, mereka terdengar satu suara yang meraung-raung dari arah liang lahat. "Mak ooiii.....!! Ayah ooiii!! Tolonglah...! Allah Tuhanku....minta tolong...! Mak ....ayah...tolonglah!" suara mendayu-dayu itu sungguh menyeramkan dan tidak henti-henti," cerita Nek Mariam lagi.

Salah seorang dari mereka bertindak memberitahu pada ibu Jamilah akan suara itu yang mereka syak datang dari arah liang lahat. Dengan bantuan jiran-jiran berdekatan, mereka segera ke kubur Jamilah untuk menggali kubur itu kerana mereka sangkakan Jamilah masih hidup.

Setelah digali, alangkah terkejutnya bila melihat jasad Jamilah yang kaku dan berbalut itu telah bertukar rupa. Kepalanya menjadi kepala seekor babi! MasyaAllah.... Ramai orang menyaksikannya....satu lagi keajaiban yang sengaja Allah ingin memperlihatkan pada hamba-hambanya.

Bertambah sedih dan sayu hati ibu Jamilah melihat keadaan anaknya begitu....Malam itu beliau bermimpi, Jamilah datang kepadanya dengan keadaan yang amat buruk dan daif sambil berkata:

"Tak payahlah ibu mengadakan kenduri arwah untuk saya, kerana saya telah terkeluar daripada Islam...." menyedari hakikat itu ibunya begitu terkejut dan tak henti-henti menangis sambil berdoa kepada Allah agar mengampuni dosa anaknya itu.

"Maka tiadalah kenduri arwah dibuat untuk Jamilah. Itulah cerita tentang balasan Tuhan terhadap hambanya yang berdosa. Dosa pada Tuhan mungkin dapat diampunkan jika kita bertaubat nasuha, tetapi dosa pada manusia, lebih-lebih lagi kepada kedua ibu-bapa, harus kita sendiri memohon ampun dan maaf....Jika tidak tanggunglah dosa itu dan akan dikira dan dibalas setimpal di akhirat kelak..." Nek Mariam mengakhiri ceritanya yang penuh keinsafan sesuai untuk kita semua....wallahualam.

Saturday, June 18, 2011

Bersabarlah wahai diri

Bersabarlah wahai diri
بسم الله الرحمن الرحيم

Apa kabar kawan-kawan dan sahabat semua, semuga anda dirahmati Allah s.w.t sentiasa
Kali ini aku nak berkongsi dengan sahabat dan kawan-kawan semua dengan tajuk bersabar dengan ujian Allah s.w.t, Aku tahu ada diantara sahabat dan kawan-kawan telah diuji dengan pelbagai ujian dari Allah s.w.t. Aku juga tidak terkecuali dari ujian-ujian itu, Kita renungkan lah bersama-sama mengapa ujian itu ditimpakan keatas diri kita agar kita menjadi manusia yang berfikir.

Kucuba menghulurkan sebuah hadiah kepada-Mu
Tapi mungkin isinya tidak sempurna dan tiada serinya
Ku cuba menyiramnya dengan air agar tumbuh berbunga
Tapi mungkin kerana airnya tidak sesegar telaga kautsar
Sesungguhnya walau ku kutip
Semua permata di dasar lautan
Sesungguhnya walau kusiram
Dengan air hujan dari tujuh lapisan langit pun
Namun cinta takkan hadir
Namun rindu tak akan berbunga
Jika tidak mengharap rahmat-MU
Jika tidak menagih simpati
Pada Mu Ya ALLAH

Tuhan hadiahkanlah kasih-Mu kepadaku
Tuhan kurniakanlah rinduku kepada-Mu
Moga ku tahu syukurku adalah milik-Mu


Sahabat dan kawan-kawan semua manusia ingin bahagia dalam hidup..Hatta aku sendiri inginkan kehidupan yang sentiasa bahagia tanpa berasa sedih,tanpa berasa pahit,tanpa ada perasaan kecewa..Tapi itu semua mustahil bagi orang-orang yang beriman..kerana selangkah ke alam perjuangan selama-lamanya dalam kepahitan..


ALLAH berfirman dalam surah at-Taubah,ayat 111:
“Sesungguhnya ALLAH s.w.t itu telah membeli dari orang-orang yang beriman diri-diri mereka, dan harta-harta mereka dengan diberikan kepada mereka syurga…


Siapakah orang yang beriman itu?


Sahabat dan kawan-kawan,Sepertimana yang kita ketahui..Di dalam Surah Al Mu'minun ayat 1-9..dengan bahasa yang indah mengatakan mereka ialah

1. orang-orang yang khusyu' dalam solatnya ....
2. orang -orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna..
3. orang -orang yang menunaikan zakat.....
4. orang -orang yang memelihara kemaluannya kecuali terhadap istri/suaminya.....
5. orang -orang yang menjaga amanah - amanah dan janjinya.....
6. orang -orang yang memelihara sholatnya.....

Sahabat dan kawan-kawan, adakah kita termasuk dalam kumpulan di atas?

Selain itu??
“Apakah manusia itu mengira, Kami membiarkan mereka berkata: Kami telah beriman, sedangkan mereka itu belum diuji?”
(Al-Ankabut:2)

"Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ehwalmu."
(Muhammad:31)


Sahabat dan kawan-kawan,ujian ALLAH s.w.t adalah untuk menilai siapakah yang terbaik amalannya dalam kalangan manusia. Kita sepatutnya bersyukur sekiranya ditimpa ujian kerana sebenarnya ALLAH sedang menilai kita untuk diberikan kita syurga, ganjaran yang tiada tandingan.


Bagitu juga sahabat dan kawan-kawan,kepahitan ujian akan dirasai oleh semua umat Islam.. ALLAH bukan saja-saja nak bagi ujian kat kita. Melalui ujian ALLAH sedang menilai kita dan juga untuk meningkatkan our level of iman. Sungguh! Allah tahu apa yang terbaik buat hamba-hambaNYA kerana ALLAH itu Maha Mengetahui!

Sahabat dan kawan-kawan,Allah tidak akan membiarkan manusia itu diuji di luar batasannya. Allah s.w.t tahu bahawa kita mampu untuk memikulnya. Oleh itu, janganlah kita menolak kepercayaan yang diberikan oleh Allah kepada kita dengan berasa putus asa dan cepat mengalah .
Firman ALLAH lagi di dalam surah al-Baqarah:286

“ALLAH tidak akan membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya”
Kita dapat lihat betapa ramai sahabat yang ditimpakan ujian..Hatta Rasulullah S.A.W sebagai insan yang paling dicintai ALLAH juga diberi ujian..Malah baginda adalah manusia yang paling teruk diuji sepanjang sejarah penyampaian risalah baginda. Sedangkan kita ummatnya yang hidup senang tanpa ujian seberat itu,, tetapi setiap hari kita mengeluh malah hampir berputus asa dengan ujianNYA..

Daripada Abdullah Khabbab r.a. berkata:kami telah mengadu kepada Rasulullah s.a.w. yang mana pada ketika baginda sedang berselimut dengan selendang di bawah naungan Kaabah lalu kami pun berkata:Tidakkah kamu akan menolong kami,tidakkah kamu akan berdoa untuk kami(supaya dipercepatkan kemenangan Islam)?Maka Rasulullah s.a.w. berkata:Sesungguhnya ada seorang lelaki sebelum daripada kamu telah dibawa dan ditimbus dalam tanah,kemudian dibawakan gergaji serta diletakkan di atas kepalanya lalu terbelah menjadi dua,(kemudian)disikat dengan sikat besi sehingga tercabut daging daripada tulangnya,namun hal itu tidak pernah menghalang daripadanya untuk berpaling daripada agama.Demi ALLAH,ALLAH akan menyempurnakan urusan(agama)ini sehingga orang yang menaiki kenderaan daripada San’a ke Hadramaut tidak akan takut melainkan kepada ALLAH dan serigala(yang akan menggangu) akan kambingnya.Tetapi kamu semua(wahai Khabbab)termasuk daripada golongan yang tergopoh-gapah.
(Riwayat Imam Bukhari)


Sahabat dan kawan-kawan.Cuba kita bandingkan antara ujian yang ALLAH berikan pada kita berbanding orang-orang Islam yang terdahulu..Jauh berbeza..Tapi mengapa cepat sangat kita berasa lemah?? Mengapa cepat sangat kita berputus asa dengan ujianNYA?? Mengapa cepat sangat kita bersangka buruk pada ALLAH??

“..dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat ALLAH. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat ALLAH melainkan kaum yang kafir”
(surah Yusuf: 187)

“Dan mintalah pertolongan daripada Tuhanmu dengan sabar dan solat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”
(Surah Al-Baqarah ayat 45)

Sahabat dan kawan-kawan,hamparkanlah sejadah dan mintalah daripada Tuhanmu yang maha pemurah!Mohonlah dengan sabar dan solat! Kerana ALLAH tidak sesekali meninggalkan hambaNya.
Kesimpulannya, tabah dan sabarlah menempuhi kehidupan ini kerana kehidupan itu sendiri merupakan ujian buat kita. Seindah atau seburuk mana pun kehidupan dan dunia di mata kita, akhirat jualah tempat kembali. Jadi, anggaplah ujian sebagai jalan untuk kita menuju syurganya.

Dalam kita melangkah, terkadang diuji
dengan ujian yang terasa berat.
Hingga kita terduduk menangis,
Peritnya terasa tetapi ketahuilah,
dan renungilah dalam diri kerana;
Mungkin air mata itu hadir kerana DIA
mahu menjahit sejadah iman
Yang kian terkoyak lantaran ada langkah-langkah yang tersasar.
Semoga tabah dan ditetapkan iman.
ALLAH Tuhan kita Maha Penyayang.
DIA sayangkan kau dan aku.
DIA tak pernah lupakan kita.
Hidup ini ibarat mimpi.
Kita hanya tersedar apabila nyawa sudah meninggalkan jasad.
Iman bukan setakat percaya pada rukun Iman.
Tetapi sebenarnya satu bentuk penyerahan diri.
Dan pernyataan bahawa kita benar-benar percaya pada setiap KetentuanNYA.
Jangan lupa, pada nafas sekalipun,tersembunyi rahsia dan janjiNYA.
Percayalah!andai ujian ini sebagai salah satu sebab untuk menghapus dosa-dosaku,aku redha YA ALLAH kerana ku sedar diri ini hanyalah hamba yg lemah yg sentiasa alpa dan berdosa kpd-MU

"Selangkah ke alam perjuangan bererti selamanya dalam kepahitan..Biarlah menangis,terluka,kecewa kerana 'ditinggalkan' kerana ALLAH..Daripada mati terkambus tanpa mujahadah..Kita tak sanggup selamanya terluka..Tapi ingatlah! Setiap titisan darah dari luka dan 'air mata' itulah mahar kita ke syurga..Bila ditanya kenapa berjuang itu pahit? Jawabnya kerana syurga itu manis..Moga diri sentiasa tabah dalam perjuangannya..........."

bertahanlah diri.. teruskan melangkah ke hadapan!"kerana sesungguhnya sesudah kesusahan itu ada kemudahan."
(Alam Nasyrah:5-6

................"rajin-rajinlah beramal".................

Friday, June 3, 2011

"DOSA LEPAS"

“Dosa lepas”
Assalamulaikum, apa kabar sahabat-sahabat dan kawan-kawan semua.
" sahabat-sahabat dan kawan-kawan semua.,

Aku sungguh bersimpati dan teruja sekali apabila mendengar luahan hati kawan-kawan aku yang sanggup berkongsi dari pengalaman mereka yang lalu serta datang dari pencarian ilmu dan pengalaman yang ikhlas. Sahabat aku ikhlas, ikhlas dalam berkongsi ilmu dan pengalaman demi suatu hari nanti kita akan sama-sama berkongsi syurga pula.... insyallah.

Sahabat dan kawan-kawan semua dalam tulisan aku kali ini aku bawa satu sentuhan dan renungan yang boleh aku sifatkan berada di luar kawalan minda kita semua. Sahabat dan kawan-kawan, sebagaimana kamu semua, Aku juga sering memikirkan tentang ‘dosa-dosa lepas’ sehinggakan kadang-kadang aku menangis seorang diri sebelum aku tidur dan ketika aku sedang memandu. Adakalanya aku rasa tangisan aku ini palsu dan air mata yang tertumpah adalah airmata buaya lantaran adakah ianya datang dari hati aku yang jujur dan ikhlas . Seolah-olah diri aku ini berpura-pura di depan kebesaran Allah…….subahanallah, aku harap ianya tak terjadi macam tu..

Sahabat dan kawan-kawan,Entah macam mana, penyesalan daripada dosa dan diri yang jahat ini pada Allah tiba-tiba mengilhamkan aku bahawa dosa yang lepas itu ada hikmah dan rahsianya yang tersendiri yang mungkin tidak tercapai oleh pemikiran seseorang melainkan ianya dianugerahkan ilham oleh Allah s.w.t Yang Maha Pengampun, Pemurah lagi maha Pengasih. Sahabat dan kawan-kawan semua dosa yang lepas itu ada nilai positifnya dalam keadaan orang selalu melihat dosa itu sebagai negatif. Pelik kan sahabat dan kawan-kawan semua. Ok lah sahabat dan kawan,kita cari dimanakah sudut nilai positif itu

Sahabat dan kawan-kawan semua,‘Dosa lepas’ bagi orang yang beriman adalah seumpama hutang dan mata pisau yang terlekat pada jantung. Sahabat dan kawan-kawan semua hutang kita pada Allah s.w.t perlu dibayar kepada Allah s.w.t dalam bentuk taubat dan buat gandaan amalan soleh. Mata pisau yang terlekat pada jantung perlu dicabut dengan istighfar, zikrullah dan penyesalan yang bersungguh-sungguh sehingga kita rasa diri kita dekat benar dengan Allah s.w.t. Sahabat dan kawan-kawan semua terasa nikmatnya diri apabila dapat merasai diri kita dekat dengan Allah s.w.t. Sahabat dan kawan-kawan semua ‘Dosa lepas’ adalah tali pengikat antara kasih kita kepada Allah s.w.t. dengan kasih Allah kepada kita. Cinta makhluk kepada Khaliq dan cinta Khaliq kepada makhluk boleh terjalin melalui ‘dosa lepas’. Kenapa? Kerana ‘dosa lepas’ adalah pintu taubat, pintu istighfar, pintu zikrullah, pintu takut dan pintu harapan bagi orang-orang yang berfikir. Pintu besar kepada pintu-pintu itu ialah pintu syurga. Manakala Allah pula kasih kepada hamba-Nya yang sedar, insaf, bertaubat, takut dan berharap kepada-Nya.

Sahabat dan kawan-kawan semua ,bukan untuk menjustifikasikan dosa kita. Bukan juga untuk rasa selesa dengan dosa-dosa yang telah kita lakukan. Apatah lagi untuk mendorong perlakuan dosa itu. Sahabat dan kawan-kawan semua hanya akan dapat memahami dan menyelami sedalam-dalamnya apa yang aku kata hanya jika diberi kefahaman dan hidayah oleh Allah. Sekiranya apa yang aku fikirkan dan tuliskan ini salah dari aspek akidah, maka betulkan aku melalui komen-komen membina agar kita bersama-sama menuju kejayaan.

Sahabat dan kawan-kawan semua, ambillah pengajaran dan peluang dari dosa-dosa lepas untuk menjadi hamba Allah yang terbaik dan sentiasa insaf, takut dan berharap kepada Allah seiringan dengan istighfar, taubat, zikrullah dan penggandaan amalan soleh. Orang yang ‘menghargai’ dosa-dosa lepas sentiasa benci pada dosa-dosa lepas dan dosa-dosa yang akan dilakukan. Ingatlah sahabat dan kawan-kawan semua,kita mungkin telah lupa dosa-dosa lepas yakni dosa yang telah kita lakukan sejak zaman kita remaja, tetapi dosa-dosa itu tidak akan pernah hilang dari lipatan perjalanan sejarah kehidupan kita. Dosa-dosa itu akan zahir kembali tepat pada masanya antara kita dengan Allah di Padang Mahsyar kelak.
……………rajin-rajinlah beramal…………………

Sunday, May 29, 2011

RASULULLAH S.A.W MENYAYANGGI UMATNYA

Cintailah Rasulullah dan Rasulullah menyayanggi umatnya

Aku tertarik dengan tajuk ini.Aku tuliskan untuk kta nilai diri kita. Jika kita lihat, Nabi s.a.w amat menyayangi ummat. Ayat ini sudah tentu banyak kali kita dengar. Nabi selalu menangis untuk umatnya. Nabi berkata, sesiapa yang tidak cakna tentu umat, bukan dari kalangan kami. Nabi Muhammad s.a.w berkata, sesiapa yang tidak menghiraukan jirannya, tiada rahmat baginya. Nabi juga berkata sesiapa yang mengambil berat tentang umat, Allah akan mengambil berat tentang dirinya. Nabi berkata, sesiapa yang melindungi aib umat, Allah akan melindungi aibnya.
Berpesan pesanlah dengan kebenaran dan berpesan pesanlah dengan kesabaran....
Baginda Rasulullah saw sangat menyayanggi umatnya

Daripada Abbas r.a, Rasulullah bersabda: “Orang yang pertama dibangkitkan dari kubur dihari kiamat ialah MUHAMMAD saw. Jibril a.s akan datang kepadanya membawa seekor Buraq.Israfil dat ang membawa bendera dan mahkota.Izrail dating membawa pakaian-pakaian syurga”.
Israfil bersuara:”Wahai Roh yang baik! Kembalilah ke tubuh yang baik maka kubur terbelah dua.Pada seruan kedua pula,kubur mula terbongkar.Pada seruan ketiga,ketika Rasulullah s.a.w berdiri, baginda s.a.w telah membuang tanah di atas kepala dan janggut baginda . Rasulullah melihat kanan dan kiri. Baginda Rasulullah s.a.w dapati, tiada lagi bangunan.Baginda Rasulullah s.a.w menangis sehingga mengalir air mata ke pipi. Baginda Rasulullah s.a.w bersabda: “kekasihku Jibril! Gembirakanlah aku”, Jibril a.s berkata:”Apakah yang kamu lihat dihadapanmu”
Baginda Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bukan seperti itu pertnyaanku.”
Jibril a.s berkata: “Adakah kamu tidak melihat bendera kepujian yang terpacak di atasmu?”.
Baginda Rasulullah s.a.w bersabda : “ Bukan itu maksud pertanyaanku”.
Baginda Rasulullah s.a.w bersabda: “Aku bertanya kepadamu akan UMATKU. Dimana perjalanan mereka?”
Baginda rasulullah s.a.w bersabda : “Nascaya akan kuatlah pertolongan pada hari ini. Aku akan mensyafaatkan UMATKU.”
Jibril a.s menyeru : “Wahai sekelian makluk, datanglah kamu semua ke tempat perhimpunan yang telah disediakan oleh Allah Taala.” Umat-umat datang di dalam keadaan satu-satu kumpulan. Setiap kali Nabi Muhammad s.a.w berjumpa satu umat, Baginda Rasulullah s.a.w akan bertanya: “Di mana UMATKU?”.
Jibril a.s berkata: “Wahai Muhammad! Umatmu adalah umat yang terakhir.”
Apabila nabi Isa a.s datang,
Jibril a.s menyeru: ‘Tempatmu!” maka nabi Isa a.s dan Jibril a.s menangis.
Nabi Muhammad s.a.w berkata : “ Mengapa kamu berdua menangis”.
Jibril a.s berkata: “Bagaimana keadaan umatmu, Muhammad?”,
Nabi Muhammad s.a.w b ertanya: “Dimana UMATKU?”,
Jibril a.s berkata: “Mereka semua telah datang.Mereka berjalan lambat dan perlahan.” Apabila mendengar cerita demikian, Nabi Muhammad s.a.w menangis lalu bertanya: “Wahai Jibril! Bagaimana keadaan UMATKU yang berbuat dosa?”,
Jibril a.s berkata: “lihatlah mereka wahai Muhammad s.a.w!”. Nabi Muhammad bertemu umatnya yang berbuat dosa.Mereka menangis serta memikul beban di atas belakang mereka sambil menyeru : “ Wahai Muhammad!”,
Nabi Muhammad s.a.w bersabda : “wahai UMATKU.” Mereka berkumpul di sisinya.Umat-umatnya menangis.
Allah Taala berfirman di dalam keadaan Dia amat mengetahui sesuatu yang tersembunyi: “Di mana umat Muhammad s.a.w?”,
Jibril a.s berkata: “Mereka adalah sebaik umat”.
Allah Taala berfirman : “ Wahai Jibril! Katakanlah kepada kekasih Ku Muhammad s.a.w bahawa umatnya akan datang untuk ditayangkan di hadapanKu.”
Jibril a.s kembali di dalam keadaan menangis lalu berkata : “Wahai Muhammad! Umatmu telah datang untuk ditayangkan kepada Allah Taala.”
Nabi Muhammad s.a.w berpaling kea rah umatnya lalu berkata : “Sesungguhnya kamu telah dipanggil untuk dihadapkan kepada Allah Taala.” “Sesungguhnya kamu telah dipanggil untuk dihadapkan kepada Allah Taala.”
Allah Taala berfirman: “Hari ini, Kami akan membalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka usahakan.Hari ini Aku akan memuliakan sesiapa yang mentaatiKU.Dan Aku akan mengazab sesiapa yang mendarhaka terhadapKu. Suara jeritan dan tangisan semakin kuat.
Nabi Muhammad s.a.w menyeru: “Tuhanku..Penguasaku..Penghuluku…!Aku tidak meminta untuk diriku. Sesungguhnya aku meminta untuk UMATKU dariMU!”
Ketika itu juga, Neraka Jahanam berseru: “Siapakah yang member syafaat kepada umatnya?” Neraka pula berseru: “Wahai Tuhanku..Penguasaku..dan penghuluku! Selamatkanlah Muhammad dan umatnya dari seksaannya! Selamatkanlah mereka dari kepanasanku,bara apiku,penyeksaanku dan azabku! Sesungguhnya mereka adalah umat yang lemah.Mereka tidak akan sabar dengan penyeksaan.”
Nabi Muhammad s.a.w lebih-lebih lagi sedih.Air matanya telah hilang dan kering dari pipinya. Sekali,baginda s.a.w sujud dihadapan Arsy Allah S.W.T dan sekali lagi. Baginda s.a.w rukuk untuk memberi syafaat bagi UMATNYA. Para nabi melihat dengan keluh kesah dan tangisannya. Mereka berkata: “Maha suci Allah! Hamba yang paling dimuliakan Allah Taala ini bagitu mengambil berat, hal keadaan UMATNYA.
Fatimah r.a bertanya: “Di mana aku hendak mendapatkanmu di hari kiamat nanti , wahai bapaku?”
Baginda Rasulullah s.a.w menjawab: “Kamu akan menjumpaiku di sebuah telaga ketika aku sedang member minum UMATKU.”
Tatkala umat Nabi Muhammad s.a.w sedang mencari mimbar Nabi Muhammad s.a.w untuk mendapatkan syafaat pada hari kiamat, Mariam, Asiah, Khadijah dan Fatimah Az-Zahra sedang duduk. Ketika Mariam melihat umat Nabi Muhammad s.a.w dia berkata : “Ini umat Nabi Muhammad s.a.w. Mereka telah sesat dari Nabi Mereka.” Suara Mariam, telah didengari oleh Nabi Muhammad s.a.w, Nabi Adam a.s berkata kepada Nabi Muhammad s.a.w: “ Ini umatmu, wahai Muhammad! Mereka berkeliling mencarimu untuk meminta syafaat kepada Allah Taala.” Nabi Muhammad s.a.w menjerit dari atas mimbar lalu bersabda: “Marilah kepadaku wahai UMATKU! Wahai sesiapa yang beriman dan tidak melihatku.Aku tidak pernah lari dari kamu melainkan aku sentiasa memohon kepada Allah Taala untukmu!”, umat Nabi Muhammad s.a.w berkumpul disisinya.
Ketka di atas Sirat
Nabi Muhammad s.a.w bersabda kepada malaikat Malik: “Wahai Malik! Dengan kebenaran Allah Taala ke atasmu palingkanlah wajahmu dari UMATKU sehingga mereka dapat melepasi! Jika tidak, hati mereka akan gementar apabila melihatmu.”
Nabi Muhammad s.a.w berhenti atas Sirat
Setiap kali, baginda s.a.w melihat seorang dari umatnya bergayut di atas Sirat. Baginda s.a.w akan menarik tangannya dan membangunkan dia kembali. Nabi Muhammad s.a.w berkata: “Tuhan! Selamatkan mereka! Tuhan! Selamatkan mereka!
Sayangnya nabi pada kita sebagai umatnya
sama-samalah kita insafi. sejauh mana kita mengasihi rasulullah saw. sejauh mana kita mengikuti sunnahnya? sejauh mana kita ikutperintah Allah swt? apakah syafaat rasulullah saw milik kita?
Berselawatlah pada sebilangan masa kepadanya, insyaallah.


"ALLAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINA MUHAMMAD, WA AALIHI WA SHAHBIHI WASALLIM"

KAWAN ATAU SAHABAT

KAWAN

"Apa khabar sahabat dan kawan-kawan semua. Tentunya sahabat dan kawan-kawan telah pun memahami atau membaca tajuk di atas itu bukan? apa pendapat sahabat dan kawan-kawan semua tentang perkataan tersebut. Adakah sahabat dan kawan-kawan bersetuju dengan perkataan itu, orang tua-tua kita dahulu sudah lama berpesan kepada kita tentang perkara tersebut agar kita tidak lupa bahawa berhati-hatilah dalam memilih kawan. Dikhuatiri akhirnya menjadi lawan. Namun jika kita perhatikan nasihat itu seperti angin yang meniup melintasi manusia, sekadar terasa anginnya, sedangkan kesannya tidak lama kerana akhirnya angin berlalu pergi meninggalkan manusia.

Begitulah halnya dengan kita sebagai manusia biasa yang tidak sunyi dari melakukan kesilapan dan lalai, nasihat itu tidak lekat dihatinya kita, ianya sekadar melintasi halwa telinga kita dan selepas itu ia lenyap bagitu sahaja dari ingatan kita. Kerana berpaksi dari itulah kita dapat menyaksikan begitu ramai manusia yang hidupnya lalai dan musnah kerana kawan. Dikala kita senang ia ditatang dan dijulang sebagai raja di. Ke mana-mana pergi ditanya, kembali dinanti-nantikan. Tetapi apabila ianya di dalam kesusahan, kawan-kawan melupakannya. Mereka seperti berdalih dan beralasan seribu daya, menepis dengan sejuta alasan dengan niat sebenar mereka tidak mahu membantu. Di saat itu tinggalkan mereka keseorangan tanpa kawan-kawan menghadapi kesusahan yang mendatang. Air mata tiada lagi untuk menangis, suara tiada lagi untuk meminta...Yang ada hanyalah kesedihan dan harapan yang belum pasti arah tujuannya..

Kawan sepanjang masa
Sebenarnya sahabat dan kawan-kawan semua tiadalah contoh terhebat yang mampu aku berikan kepada sahabat dan kawan-kawan berkaitan kawan-kawan yang mana yang terbaik. Malah jika diukur dan disukat dengan cara apa sekalipun, tiada siapa yang mampu mengatakan bahawa ini bukan contoh yang tepat. Tahukah sahabat dan kawan-kawan semua bahawa contoh kawan-kawan yang terbaik ialah sahabat-sahabat Rasulullah saw. Mereka sangat mengasihi Baginda, setia, sanggup bekorban masa dan nyawa, wang ringgit dan harta benda. Dikala Rasulullah gembira mereka turut bersama. Dikala RAsulullah bersedih mereka tetap juga bersama Baginda. Merekalah contoh teman menangis yang sukar dicari di saat itu. mungkin ada, tetapi tentunya tidak sehebat mereka ( para sahabat).
Masihkah ada lagi Teman Menangis?

Jawapan aku adalah Ya..Tentunya ada cuma terlalu sukar untuk dicari di mengertikan .Kita tidak perlu pergi terlalu jauh untuk mencarinya, cukuplah kita bertanya kepada diri kita sendiri. adakah kita ini tersenarai dalam golongan teman menangis? sejauh manakah kita meletakkan kepentingan diri kita berbanding nilai sebuah persahabatan. sekiranya kita kehausan di padang pasir memerlukan seteguk air, sedangkan kita sangat mengidamkannya. Tiba-tiba teman kita juga kelihatan menginginkannya. Adakah kita akan mendahulukannya, atau kita meletakkan kepentingan kita terlebih dahulu. jika contoh sekecil itu sudah meletakkan kita sebagai manusia yang memikirkan diri terlebih dahulu, maka di manakah kedudukan kita. Sememangnya tidak dinafikan, dalam keadaan tertentu kita perlu bertindak mementingkan diri, tetapi sekiranya kita masih mampu meletakkan kepentingan diri di belakang kepentingan orang lain maka itulah yang terbaik buat kita dalam sebuah persahabatan. Lihatlah sejarah kaum muhajirin dan ansar yang begitu hebat nilai persahabatan mereka. Bacalah sejarah mereka pasti anda akan menjumpai nilai pengorbanan yang hebat dalam diri mereka.

Ya Allah, jadikanlah kami dikalangan teman yang bisa menangis

Sahabat dan kawan-kawan semua sebenarnya untuk menjadi teman yang baik, yang bisa menangis dikala duka setelah ketawa bersama-sama di saat senang itu tidak semudah disangkakan. Ianya berkehendakkan kepada kebersihan dijiwa. Hanya yang bersih hatinya daripada sebarang kepentingan duniawi bisa menjadi teman menangis. Mereka ini tidak sukar menghulur sekadar yang termampu. Jika tiada kemampuan wang ringgit dan harta, kata-kata yang indah dan baik diucapkan sebagai dorongan terhadap jiwa yang sedang gundah gulana. Tidak ketinggalan juga doa sentiasa dihulurkan kepadanya buat penguat dijiwa. Ya Allah, jadikanlah kami teman-teman yang bersahabat semata-mata keranaMU agar kami bukan sekadar bisa ketawa dikala senang, tetapi bisa menangis dikala ditimpa kesusahan dan sering berpesan-pesan ke arah kebenaran serta bertolong-tolongan dalam mengerjakan kebajikan.